Wednesday, April 9, 2014

Aku Harus Bagaimana ??

Malam ini aku susah tidur, teringat akan semua kejadian tadi siang. Aku tak mampu lagi menahan air mataku. Tetes demi tetes, dan kemudian mengalir deras. Aku tak bisa bernafas lega, sesak rasanya dada ini. Kejadian tadi siang sangat mengganggu pikiranku. "AKU HARUS BAGAIMANA TUHAN ??" teriakku dalam hati. Kini kejadian masa lalu yang seolah telah terhubung dengan kejadian tadi siang berputar-putar di otakku, mencari urutan yang tepat.

Aku ingat benar, dulu sewaktu pertemuan pertamaku dengan Denis aku merasa ada yang aneh. Aku merasa semua itu seperti sesuatu yang telah diatur. Meskipun dia bilang semua itu hanya kebetulan. Tapi aku percaya dia tidak sejahat itu. Dia tidak mungkin sengaja mendekatiku hanya demi kebenciannya kepada Rahel. Aku bingung harus berada di posisi mana saat ini. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Denis telah membunuhnya. Tapi dengan mendengar penjelasan Denis, aku merasa aku sedang ada di pihak Denis. Tapi Rahel adalah sahabatku. Aku mengenalnya sejak aku mulai bisa berjalan. Kita selalu bersama, meskipun pernah berpisah selama dua tahun. Dan dalam dua tahun itulah kisah Rahel bermula hingga akhirnya dia seperti ini.

Tiga tahun yang lalu Rahel memutuskan pergi ke Bandung untuk mencari ayahnya. Setelah kepergian Rahel ke Bandung, kita tidak pernah berkomunikasi lagi. Komunikasi terakhir kita saat Rahel telah sampai di Bandung, dan dia mengucapkan terimakasih atas persahabatan kita selama ini. Tapi setelah itu, nomor HP Rahel tidak pernah aktif lagi. Aku selalu mencoba menemukan kabar tentang Rahel, tapi aku tak pernah mendapatkannya. Dan setelah dua tahun kita berpisah, kita dipertemukan lagi di Ibukota Jakarta. Aku yang pertama kali mengenali Rahel. Aku memanggilnya saat dia akan memasuki sebuah perkantoran. Tapi ini bukan awal pertemuan yang bagus bagiku dan Rahel. Rahel tampak acuh dan tak mau bertemu dengan aku. Setelah pertemuan pertamaku dengan Rahel, aku selalu mencoba untuk mengontak Rahel. Aku selalu mengsmsnya, mengajak ketemuan, menelponnya, tapi semua itu tak pernah membuahkan hasil. Rahel tak pernah menanggapi aku. Hingga suatu hari aku terkejut mendapatkan telpon dari Rahel.

Setelah telpon itu, hubunganku dengan Rahel tampak membaik, bahkan kita juga tiggal satu rumah. Aku mengajak Rahel untuk tinggal di rumahku. Tapi aku tetap merasa Rahel banyak berubah. Tapi aku tidak berpikir panjang, aku anggap perubahan Rahel adalah untuk kebaikan. Hingga akhirnya pertemuanku dengan Dennis.

Aku sudah merasa dari awal bahwa Denis tidak begitu menyukai Rahel. Denis selalu bersikap aneh terhadap Rahel. Tapi aku tidak pernah tau, pernah ada hubungan apa mereka. Denis ternyata adalah adik dari seseorang yang dulu sangat mencintai Rahel namanya Andra. Denis melakukan semua itu karna dia sangat membenci Rahel. Dia tidak tahan jika masih melihat Rahel hidup baik-baik saja. Karna Rahel adalah penyebab kakaknya (Andra) meninggal. Aku sangat terkejut mendengar semua itu dari Denis. Aku ingin tidak percaya pada semua kata-kata Denis, tapi tidak tau kenapa aku terbawa oleh perkataan Denis dan mempercayainya.

Semua itu seolah-olah ingin meledak di pikiranku. Kenapa aku harus melihat Denis membunuh Rahel. Sekarang aku harus bagaimana ?? Di saat matahari kembali terbit besok apa yang harus aku lakukan ?? Apa aku harus mengatakan bahwa Denis yang melakukan semua itu ?? Aku tidak bisa. Aku tidak mampu. Aku sangat mencintai Denis. Aku tidak mungkin mengatakannya. Tapi, Rahel ???

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

berkomentarlah dengan baik, maka saya akan berterima kasih :)