Friday, February 27, 2015

Manfaat Menikah Muda

Haloo bloggers setia :) Apa kabar niih ?? Lama tak jumpa kito hehehe. Udah lama aku nggak nulis blog niih, biasaa orang sibuk hehe. Sekarang aku udah lulus SMK guys, dan alhamdulillah aku udah bekerja di salah satu perusahan IT Solution di Jakarta. Karena itu guys aku nggak pernah ngepost dalam 6 bulan terakhir, habis fokus sama pekerjaan baru hehe biar jadi karyawan teladan gituuu. Oke skip tentang pekerjaan aku.

Sekarang ini lagi jamannya nikah mudah nih guys. Dari pengalamanku sendiri sih banyak kakak kelas yang 2 tingkat dari aku sudah memasuki jenjang pernikahan. Di tahun ini umurku sendiri 19, jadi bisa di bilang mereka rata rata menikah pada umur 21 tahun. WAW ? Masih mudah kan ? Biasanya pada umur segini kita lagi sibuk-sibuknya kuliah atau mengejar karir nih. Tapi jangan salah sangka dulu, kita sebenernya harus salut nih sama mereka yang menikah mudah, karena mereka punya keinginan yang kuat. Jangan dipikir nikah itu gampang lo yaaaa. Nikah itu butuh keTEKADan loo bukan keNEKATan yaaa harap di pahami itu, jangan sampai salah arti. Mereka yang menikah mudah berarti sudah siap dengan segala sesuatu hal kedepannya. Apalagi diumur yang muda pemikiran kita masih labil. Tapi jangan takut buat nikah muda guys, kalau kalian sudah siap lahir dan batin kenapa nggak ?? Kali ini aku bakal share tentang manfaat nikah muda, buat kalian yang masih ragu nikah di umur kalian yang masih muda. Perhatikan baik baik yaaaaa.


Dalam haditsnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para syabab untuk menikah.
يَامَعْشَرَ الشَّبَابِ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pkalianngan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)
Syabab biasa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “pemuda.” Berapakah usianya? Fauzil Adhim dalam buku Indahnya Pernikahan Dini menjelaskan, syabab adalah sesesorang yang telah mencapai masa aqil-baligh dan usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Asalkan sudah memiliki ba’ah (kemampuan), maka ia dianjurkan untuk segera menikah. Dan kini terbukti, banyak manfaat menikah di usia muda di balik perintah Rasulullah ini.

1.       Lebih terjaga dari dosa
Sebagaimana sabda Rasulullah tersebut, menikah di usia muda itu lebih membantu menundukkan pkalianngan dan lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina; baik zina mata, zina hati, maupun zina tangan.

2.       Lebih bahagia
Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun.

Mengapa pasangan muda lebih bahagia? Sebab mereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi. Pasangan muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan, ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy dengan kondisi tersebut. Hal ini sejalan dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah oleh kalian gadis perawan, sebab (..salah satunya..) ia lebih ridha dengan nafkah yang sedikit.”

3.       Lebih puas dalam bercinta
Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan jima’ lebih sering daripada mereka yang menikah lebih lambat. Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada 2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun terkait dengan penurunan satu kali jima’ dalam sebulan.

Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda –diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima- membuat suami istri lebih menikmati. Lagi-lagi, hal ini bersesuaian dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah gadis perawan, sebab ia lebih segar mulutnya, lebih subur rahimnya dan lebih hangat farjinya…”

4.       Emosi lebih terkontrol
Menikah di usia muda terbukti lebih cepat mendewasakan pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosinya. Ini dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan adanya pendamping dan tersalurkannya “kebutuhan batin.” Dan itulah diantara makna sakinah dalam Surat Ar Rum ayat 21.
Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut, menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi kesehatan dan mengontrol emosi.

5.       Lebih mudah meraih kesuksesan
Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun, baik dakwah maupun mencari maisyah. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an.

6.       Lebih baik bagi masa depan anak-anak
Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa saat Kalian pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi salah satu pertimbangan.
Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda dan memiliki buah hati di usia muda, saat Kalian belum mapan secara ekonomi berarti Kalian dapat mendidik anak-anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan. Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Kalian. Dan jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan.

7.       Mudah beradaptasi
Pengantin berusia muda memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, keluarga pasangan, dan kebiasaan buruk pasangan. Hal yang demikian tidak terjadi pada pasangan penganting yang telah berusia matang.

8.       Belajar Bertanggung Jawab Lebih Awal
Kebanyakan orang memilih untuk tidak menikah muda karena masih ingin menikmati hasil kerja mereka untuk diri sendiri. Baru awal kerja, gaji masih pengen buat senang-senang sendiri aja. Ogah deh ngurusin urusin rumah tangga. Hey, cepat atau lambat kamu tidak bisa terus lari dari kehidupan dewasa. Suatu hari, hal yang kamu hindari juga akan kamu hadapi.
Menikah di usia muda akan membuatmu lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap hidup. Bagaimana tidak, menikah biasanya identik dengan berhentinya sokongan finansial dari orang tua. Kamu dan pasangan harus menyiasati segala permasalahan hidup berdua.
Kalian akan tertawa dan merasa seperti sedang main rumah-rumahan saat belanja bulanan. Kamu dan dia menata rumah kontrakan kalian dengan perabot seadanya. Walau konyol, tapi dari sinilah kalian akan belajar bahwa membangun hidup memang tidak mudah.

9.       Mama dan papa muda
Keuntungan memiliki anak di usia muda adalah Kalian tak cepat lelah dalam mengimbangi gerakan dan aktivitas anak-anak yang sepertinya tidak kenal lelah. Selain itu, Kalian pasti sering mendapatkan pujian, anak sudah dua tapi masih awet muda.

Gimana guuuys udah punya rencana buat nikah mudaaaa ?? Hayuuklah siapkan rencana kalian mulai dari sekarang ;) 
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

berkomentarlah dengan baik, maka saya akan berterima kasih :)